Langsung ke konten
Logo Sirah Bali Info

Kisah Mistis Jembatan Kembar yang Katanya Dihuni Wong Samar

S sukma 2 menit baca 1x dibaca
Kisah Mistis Jembatan Kembar yang Katanya Dihuni Wong Samar
Bagikan

sirahbaliinfo.com - Sekitar belasan tahun yang lalu, ada dua peristiwa percobaan bunuh diri. Namun berhasil digagalkan oleh Jro Mangku Sudiarka yang ngayah di Pura Anyar yang terletak di sebelah utara bawah Jembatan Kembar.

Sebelum peristiwa percobaan bunuh diri itu, sehari sebelumnya Jro Mangku memang mendapat pawisik atau petunjuk secara Niskala lewat mimpi bahwa akan ada yang melakukan hal negatif di kawasan tersebut. Dan benar saja, ternyata memang ada seseorang berencana melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan.

"Nah ketika saya lihat itu (warga akan melompat) langsung saya cegah dan saya tenangkan. Setelah saya berikan pemahaman/penjelasan dan saya perciki tirta (air suci) dari Pura sehingga ia sadar kembali dan mengurungkan niat untuk bunuh diri," tutur Jro Mangku.

Menurutnya, kawasan jembatan ini memang terkenal angker. Selama Jro Mangku ngayah di Pura Anyar, banyak sekali kejadian mistis yang dialami sehingga di kawasan tersebut memang terkenal banyak makhluk halus, baik itu berwujud manusia, ular besar poleng, macan gading, macan selem, dan lainnya.

Juga sempat ada sebuah mobil yang mogok ketika akan melewati jembatan tersebut. Saat itu sebuah mobil itu datang dari arah timur akan menuju barat.

Namun, ketika akan masuk ke kawasan jembatan tersebut, mobil justru mogok. Pengendara mobil pun langsung turun dan terpaksa menyogok mobilnya hingga ujung jembatan bagian barat. Anehnya setelah sampai di ujung barat, mobil itu bisa dihidupkan kembali dan bisa langsung jalan.

Dulu, di kawasan tersebut merupakan semak belukar dan ada sebuah pasraman zaman dulu. Banyak yang belajar menari dan kegiatan lainnya di sana. Seiring waktu berjalan karena tak ada aktivitas, tumbuhlah sebuah kayu besar. Di kayu besar tersebut warga sekitar pun kerap menghaturkan canang.

Hingga akhirnya, ada seorang warga yang mapinunas (memohon petunjuk) akhirnya dikabulkan sehingga kemudian banyak warga datang untuk menghaturkan canang atau sembahyang.

Hingga akhirnya, ada seorang warga yang mapinunas (memohon petunjuk) akhirnya dikabulkan sehingga kemudian banyak warga datang untuk menghaturkan canang atau sembahyang. Selanjutnya dibangunlah pura yang awalnya bernama Pura Sanggar Renteng yang lama kelamaam berubah nama menjadi Pura Anyar karena sudah banyak yang datang untuk sembahyang.

S

Ditulis oleh

sukma

Kontributor Sirah Bali Info yang berbagi kabar dan cerita seputar Bali.