Langsung ke konten
Logo Sirah Bali Info

I Nyoman Gunarsa Sang Maestro Seni Lukis Klasik Dari Bali

S sukma 3 menit baca 1x dibaca
I Nyoman Gunarsa Sang Maestro Seni Lukis Klasik Dari Bali
Bagikan

sirahbaliinfo.com - I Nyoman Gunarsa adalah salah seorang seniman yang ternama yang berasal dari Bali. Karya Lukisannya di dasari oleh cerita rakyat Bali, dan legenda Hindu Dharma. Hal tersebut yang membuat gaya melukisnya berbeda dari yang lain.

Karya-karyanya berdasarkan eksplorasinya dari kesenian Bali, seperti tarian tradisional, musik tradisional, upacara keagaman, dan keanekaragaman lingkungan yang mempengaruhi banyak seniman yang berasal dari Bali dan Indonesia. Kesuksesan yang diraihnya tidak didapat dengan mudah, ia meraihnya dengan penuh perjuangan.

Selama menjalani karir sebagai pelukis, Gunarsa telah melewati berbagai tahapan dalam melukis. Wayang kulit Abu Aringgit adalah salah satu yang mendominasi tema dalam lukisannya. Inteprestasinya berdasarkan insting dan sapuan garis, titik dan warna yang menghasilkan gambar dengan sentuhan estetik. “Saya melukis garis sebagaimana saya bernyanyi, saya meletakkan warna sebagaimana saya menari”, katanya.

Nyoman Gunarsa berkarya berdasarkan inspirasinya akan penari Bali, ia menyebut gaya lukisannya sebagai ruang dan gerak. Biasanya ia melukis menggunakan cat minyak dan juga cat air. Hasil karyanya memperlihatkan kebebasan, baik dalam garis dan warna, objek yang biasa dapat menjadi luar biasa setelah melalui tangan Gunarsa.

Museum Seni Lukis Bali Klasik adalah sebuah museum yang didirikannya sebagai bentuk sumbangan bagi tempat kelahirannya. Museum serupa juga didirikan sebelumnya di Yogyakarta pada tahun 1987.

Terdapat berbagai keunikan yang mendasari pendirian Museum Seni Lukis Klasik Bali salah satunya adalah lokasi museum yang dianggap angker karena diapit disebelah kanan dan sebelah kirinya oleh kuburan atau setra Banda dan setra Umesalakan sedangkan di depannya terdapat pertigaan agung. Museum ini beralamat di Jl. Raya banda No.1 Kabupaten Klungkung, Propinsi Bali.

Museum ini terdiri atas tiga lantai, di mana dua lantai untuk menyimpan berbagai koleksi kesenian lukisan, patung, maupun barang antik khas Bali, serta satu lantai untuk pameran berkala. Koleksi Museum seni Lukis Klasik Bali terdiri dari lukisan, patung, keris, wayang, plawah gamelan, topeng, barong dan bangunan tradisional Bali.

Setelah menderita stroke pada Desember 1998, Gunarsa bermetamorfosis sekali lagi, ia menyebutnya ‘Moksa’ dalam bahasa Hindu. Sebuah pernyataan dimana seseorang bebas dan menjadi satu dengan kosmos. Ia melukis antara nyata dan tidak nyata, bermimpi dan terbang. Dari 100 lukisannya yang ia lukis sejak 1996, menandakan perjalanan spiritual Gunarsa.

Gunarsa sebelumnya tampak baik-baik saja. 4 Agustus 2017 ia menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang mengunjungi Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia Nyoman Gunarsa di Kabupaten Klungkung, Bali.  Kendati kondisinya sempat membaik, Maestro seni lukis tersebut kembali mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia pada hari Minggu siang 10 September 2017.

Terimakasih atas Maha Karyamu yang sungguh luarbiasa, kami bangga padamu Bapak Nyoman Nuarsa. Salam dari kami generasi yang cinta akan budaya indonesia

S

Ditulis oleh

sukma

Kontributor Sirah Bali Info yang berbagi kabar dan cerita seputar Bali.