Langsung ke konten
Logo Sirah Bali Info

Misteri Pura Goa Lawah yang Konon Katanya Sebagai Persemayaman Kepala Sang Naga Basuki

W wiwik 2 menit baca 1x dibaca
Misteri Pura Goa Lawah yang Konon Katanya Sebagai Persemayaman Kepala Sang Naga Basuki
Bagikan

Diketahui, Pura Goa Lawah merupakan rumah bagi ribuan kelelawar. Namun, para legenda lokal percaya, Pura Goa Lawah juga menyembunyikan aliran sungai yang dapat menyembuhkan penyakit.

Baca Juga : “Penglukatan Taman Beji Samuan” Konon Katanya Dihuni Sapta Rsi Dengan Suara Genta yang Sering Terdengar

Pura ini telah dibuat sekitar tahun 1007 dan terdapat candi kuno di depan pintu masuk gua. Awalnya, situs candi ini tidak memiliki nama.

Namun, nama candi ini dibangun berdasarkan dari struktur dan keadaannya sebagai rumah kelelawar. Lawah mempunyai arti kelelawar.

Di balik keunikannya, Pura Goa Lawah ini menyimpan sejumlah mitos lokal. Para legenda lokal percaya, di dalam gua terdapat terowongan yang menjadi rumah bagi raja ular yang memakai mahkota di kepalanya.

Gua Lawah memiliki korelasi yang sangat erat dengan Pura Besakih di lereng Gunung Agung yang merupakan pura induk (mother temple) bagi seluruh umat Hindu Bali. Menurut Lontar Prekempa Gunung Agung, Pura Gua Lawah merupakan representasi kepala dari Naga Basuki, sedangkan Pura Gua Raja di Kompleks Pura Besakih merepresentasikan ekornya. Dalam mitologi Hindu, Naga Basuki merupakan salah satu dari tiga naga jelmaan dewa yang diturunkan untuk menyelamatkan bumi. Naga Basuki menjadi simbol dari keseimbangan siklus yang terjadi di alam. Air menguap dari laut dan turun ke bumi menjadi hujan di gunung (daratan) yang pada akhirnya kembali ke laut.

Konsep keseimbangan alam yang berkaitan erat dengan eksistensi Gua Lawah menjadikannya pusat pemujaan terhadap Bhatara Tengahing Segara, representasi Tuhan dalam wujud pemelihara lautan. Di samping itu, Gua Lawah juga menjadi tempat pemujaan Dewa Maheswara yang merupakan penguasa arah mata angin tenggara dalam mitologi Hindu Bali. Goa ini juga dipercaya sebagai rumahnya berbagai mahluk halus yang matinya penasaran.

Menurut keterangan pengurus pura, setelah pelaksanaan ngaben, umat Hindu melakukan persembahyangan di Gua Lawah. Setelah itu, mereka melakukan sembahyang di Pura Besakih sebagai wujud syukur terlaksananya upacara tersebut.

W

Ditulis oleh

wiwik

Kontributor Sirah Bali Info yang berbagi kabar dan cerita seputar Bali.