Kisah Terbentuknya Segara Rupek, Awal Mula Terpisahnya Pulau Bali & Jawa
Segara Rupek berada di ujung Barat Pulau Bali yaitu di Selat Bali. Dari sinilah sesungguhnya jarak terdekat antara Bali dan Tanah Jawa yang berada disebelah Baratnya. Ujung Barat daratan Bali tampak jelas diseberang dengan lokasi terkait diujung Timur tanah Jawa yang dinamakan Batu Dodol di Wilayah Banyuwangi Jawa Timur.
Baca Juga : Misteri Pura Goa Lawah yang Konon Katanya Sebagai Persemayaman Kepala Sang Naga Basuki
Segara Rupek Selat Bali Yoga Semadi Dang Hyang Sidhimantra Leluhur Orang Bali Prasasti Pasek Berjo Selunglung menyuratkan bahwa Segara Rupek terbentuk setelah Dang Hyang Sidhimantra beryoga semadi memohon keselamatan seisi jagat termasuk untuk keselamatan putra tunggalnya yang bernama Manik Angkeran, yang dipersembahkan sebagai pengayah atau pekerja pembantu kepada Ida Betara Sanghyang Naga Basuki di Besakih, Bali.
Dalam Yoga Semadi kehadapan Sang Hyang Siwa dan Sang Hyang Baruna Geni sebagai Penguasa Samudra Raya, Dang Hyang Sidhimantra dititahkan supaya menggoreskan tongkat tiga kali ketanah, tepat di jalan ceking atau ruas jalan yang paling sempit. Akibat goresan tongkat tersebut, air laut terguncang, bergerak membelah bumi. Maka daratan tanah Bali dan Tanah Jawa yang satu itu pun terpisah oleh lautan. Jawa dan Bali pun terpisah, jadilah Segara Rupek atau Lautan Sempit yang kini dinamakan Selat Bali.
Pura tersebut terletak di desa Sumber Klampok kecamatan Gerokgak Buleleng Bali. Selain Pura Segara Rupek, dari dalam tanah juga keluar air dan sekarang menjadi Pura Segara Giri Dharma Kencana di Pulau Menjangan. Pura tersebut adalah lambang perbatasan antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali.