Kemangmang, Makhluk Halus Dengan Kepala Bolong Seperti Kelapa Yang Digigit Tupai
sirahbaliinfo.com - Kemangmang merupakan makhluk halus yang hanya terdiri dari kepala saja. Ia tak memiliki badan, tangan, maupun kaki. Bentuk kepalanyapun bolong seperti kelapa yang digigit tupai. Bagian yang bolong itulah yang konon berfungsi sebagai mulut. Makhluk ini suka mengganggu sesorang yang memiliki hasil panen.
Hantu ini sering ditemukan di areal perkebunan atau persawahan pada malam hari. Saking sering dan mudahnya mereka ditemukan, maka Kemangmang pada zaman dahulu tidak digolongkan sebagai makhluk halus tapi digolongkan sejenis binatang atau hama. Mungkin kemangmang ini hanya bersifat jahil dengan mengeluarkan suara seperti jangkrik yang membuat bingung orang yang mendengarnya.
Baca Juga : 3 Fakta Viral Seputar Corona Di Bali
Pernah ada cerita dimana beberapa pemuda di Bali sedang mencari jangkrik di tengah ladang. Mereka mengikuti suara-suara mengerik khas jangkrik hingga sampailah mereka pada asal suara tersebut. Suara mengerik itu ternyata berasal dari lubang sebuah buah kelapa. Kemudian mereka mencoba untuk mengambil dan mengorek lubang kelapa tersebut, namun tiba-tiba kelapa itu menggelinding menjauh sambil mengerik, seolah-olah menertawakan para pemuda tersebut.
Konon menurut beberapa penuturan para pemilik ladang dan persawahan di daerah Bali, sosok astral kemangmang ini sudah biasa bagi mereka. Cerita tentang makhluk ini sudah dikisahkan secara turun-temurun sejak kecil. Dahulu biasanya ketika para petani dan pemilik ladang sedang berjaga di pematang dan ladangnya sambil membakar ubi atau jagung, kemangmang akan datang mendekat dengan menggelinding. Petani dan pemilik ladang tersebut akan membagikan sebagian ubi atau jagung yang dibakarnya untuk dimakan oleh mereka.
Para petani dan pemilik ladang di Bali percaya bahwa sebenarnya sosok astral kemangmang ini adalah penjaga ladang yang baik. Sehingga sudah selayaknya mereka membagikan kebaikan pula untuk mereka dengan salah satu caranya adalah memberi mereka makan. Ada pendapat lain juga yang mengatakan bahwa makhluk ini adalah semacam hama tanaman. Supaya mereka tidak merusak tanaman para petani dan pemilik ladang, maka mereka harus memberikan sedikit makanan untuk dibagikan kepada mereka.