3 Fakta Viral Seputar Corona Di Bali
Bali menjadi salah satu wilayah yang menjadi titik penyebaran Virus Corona di Indonesia.
Awal mulanya warga negara asing (WNA) yang meninggal karena terjangkit virus, datang ke Denpasar, Bali, bersama suaminya pada 29 Februari 2020. Pada 3 Maret, sang suami membawa WNA itu ke rumah sakit swasta karena mengalami batuk dan demam. Di rumah sakit, pasien kasus 25 ini diisolasi karena menderita penyakit mirip virus corona. Karena tak kunjung sembuh, WNA itu dibawa ke RSUP Sanglah pada 9 Maret. Diketahui, selain batuk dan demam yang diderita, WNA ini menderita penyakit diabetes militus atau gula, hipertensi, hiperteroid, dan penyakit paru menahun.
Selain Fakta Viral diatas ada beberapa juga berita viral terkait dampak dari pandemic covid-19 yang menjadi trending di beberapa media di Bali belakangan ini, antara lain:
- Tidak Adanya Pawai Ogoh-ogoh diseluruh Wilayah Bali

Image From : @st.dharma_pertiwi
Pawai Ogoh-ogoh dalam perayaan Nyepi di Bali pada tahun ini resmi dibatalkan. Hal itu guna mencegah penyebaran Corona. Dengan adanya pandemi Corona, Gubernur Bali I Wayan Koster menginstruksikan untuk tidak menggelar pawai ogoh-ogoh. Kebijakan ini bertujuan mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Ia menyampaikan itu dalam surat Instruksi Gubernur Bali Nomor 267/01-B/HK/2020 tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 di Bali, tertanggal 20 Maret 2020. Dalam surat itu, instruksinya untuk bupati/wali kota se-Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia se-Bali, Majelis Adat Desa se-Bali, dan Bandesa Adat/Kalihan desa se-Bali.
"Upacara Malasti/Makiyis/Malis, Tawur Kasanga, dan Pangrupukan dilaksanakan dengan melibatkan para petugas pelaksana upacara dalam jumlah yang sangat terbatas, paling banyak 25 orang, hanya untuk pelaksana utama, yaitu pemangku, sarati, dan pembawa sarana utama," kata Koster. Sementara pawai ogoh-ogoh dilarang dalam dalam bentuk apapun. Koster juga meminta pihak terkait untuk melaksanakan, mengoordinasikan, dan mengawasi pelaksanaan instruksi ini dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. "Kedua, tidak melaksanakan pawai ogoh-ogoh, dalam bentuk apa pun, ogoh-ogoh," ujarnya. Dia menambahkan, instruksi itu atas pertimbangannya penyebaran COVID-19 yang kian meningkat. Karena itu, upaya pencegahan harus ditingkatkan demi penyelamatan umat manusia.
2. Ditutupnya Pesta Kesenian Bali 2020

Image From : @ragtutxxx
Gubernur Bali Wayan Koster memutuskan untuk membatalkan hajatan Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini. Pembatalan dipastikan dengan terbitnya surat pemberitahuan bersifat penting yang ditujukan terhadap seluruh bupati dan walikota di Bali. Koster menyatakan PKB untuk tahun 2020 yang rencananya digelar satu bulan penuh, atau dari tanggal 13 Juni sampai dengan 11 Juli 2020, dibatalkan demi mencegah meluasnya pandemi COVID-19. "Bahwa PKB XLII Tahun 2020, yang rencana pelaksanaannya pada tanggal 13 Juni sampai dengan 11 Juli 2020, sangat dekat dari batas waktu Masa Tanggap Darurat Nasional atas penyebaran Covid-19, yakni 29 Mei 2020," jelas Koster dalam surat yang ditandatangani pada Selasa (31/3).
Segala persiapan PKB yang biasanya melibatkan berbagai kalangan seniman di Bali, luar Bali, hingga seniman internasional ini tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Keputusan gubernur ini juga didukung oleh bupati dan walikota di seluruh Bali yang setuju untuk meniadakan PKB. Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani menjelaskan PKB tahun ini akan digelar tahun depan. "Sesuai surat Bapak Gubernur ini, mohon dimaafkan PKB tahun 2020 ditiadakan. PKB XLII akan dilaksanakan tahun 2021,"
Kabar ini tentunya membuat seluruh pelaku seni berserta yang terlibat dalam pagelaran tahunan Pesta Kesenian Bali sedikit kecewa, dikarenakan ini menjadi momentum dimana mereka bisa menampilkan hiburan untuk masyarakat luas khususnya para wisatawan mancanegara untuk menunjukkan kesenian bali menjadi suat kebanggaan yang tak tepisahkan dari adat istiadat yang selalu dijujung tinggi sampai saat ini.
3. Merapatnya Kapal Pesiar Ke Pelabuhan Bali

Image From: Radarbali.jawapos.com
Beberapa kapal pesiar tersebut terpaksa memulangkan ABK-nya karena adanya penghentian beroperasi akibat terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penurunan ABK di Pelabuhan Benoa ini atas seizin dari pemerintah pusat dan Provinsi (Pemprov) Bali. Perusahaan kapal pesiar dibawah naungan Royal Caribbean Cruise Ltd, yang membawahi Royal Caribbean Cruise Line (LCCL) dan Celebrity Cruise adalah satu perusahaan yang langsung mengantarkan Crew yang ada di kapal pesiar tersebut untuk dipulangkan ke negara asal mereka termasuk Indonesia dan Bali khususnya. Bulan April ini akan banyak PMI kapal pesiar pulang ke Bali. Salah satunya dari kru Royal Carribean dan Celebrity. Rencananya mereka akan bersandar di Pelabuhan Benoa. Menurut Dewa Indra, akan dilakukan pemilahan terlebih dulu, yang mana PMI/ABK asal Bali dan mana yang non Bali. Untuk PMI/ABK asal Bali dengan hasil rapid test positif akan diambil Pemprov untuk dibawa ke tempat karantina.
Selanjutnya, mereka akan dites swab dengan metode PCR. Kalau hasilnya positif tapi tidak ada gejala sakit, tetap dikarantina. Sedangkan hasil positif dengan gejala sakit langsung dibawa ke RS. Untuk PMI/ABK dengan hasil rapid test negatif akan dijemput oleh pemerintah kabupaten/kota. “Jadi besok, pemerintah kabupaten/kota akan menunggu di Benoa sehingga mereka bisa langsung diantar pulang untuk mengikuti karantina di tempat yang disiapkan pemerintah kabupaten/kota,” jelasnya. Untuk PMI/ABK non Bali, Dewa Indra menyebut akan ditangani pemerintah pusat. Kendati rapid test tetap dilakukan oleh tim Gugus Tugas Provinsi Bali.
Nah Demikain Fakta Viral seputar pandemic Corona yang belakangan ini menjadi trending / viral di media berita Nasioanl dan Bali. Mari bersama kita terus bantu pemerintah untuk memutus rantai penyeberan virus corona ini agar kita bisa Kembali berkatifitas dengan normal.