Asal Usul Virus Corona

Pasar Grosir Makanan Laut Huanan Wuhan, menjajakan makanan ekstrem. Image from : Foto-Net / apahabar.com
Virus Corona membuat seluruh dunia menjadi waspada, termasuk Indonesia. Sebenarnya dari mana virus ini berasal? Kota Wuhan di China diperkirakan sebagai asal dari virus baru ini, tepatnya dari Pusat Grosir Laut Huanan. Pasar Wuhan ini sendiri menjual ikan dan daging-daging hewan lainnya. Dilansir dari Boldsky, virus corona ini merupakan jenis penyakit zoonosis yang menyebar dari hewan ke manusia. Tidak hanya di China, sejumlah kasus infeksi virus corona juga terjadi di negara-negara lain seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Indonsia bahkan Amerika Serikat.
Pihak berwenang China akan menutup Kota Wuhan dan semua jalur transportasi kesana dibatalkan. Pembatasan perjalanan ini berlaku sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Berdasarkan data Worldometers hingga Minggu (26/4) pukul 16.00 WIB, terdapat 2.933.204 kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 203.609 kematian. Jumlah kasus aktif mencapai 1.890.379 orang dengan kondisi ringan 1.832.543 orang (97 persen) sedangkan 57.836 orang (3 persen) dalam kondisi serius/kritis. Negara paling terdampak virus Corona adalah Amerika Serikat. Terdapat 970.896 kasus COVID-19 di negara ini, dengan 54.265 kematian dan 118.162 orang dinyatakan pulih. Setelah AS, Spanyol menjadi negara paling terdampak kedua dengan total 223.759 kasus virus Corona. Rinciannya, 22.902 orang meninggal karena pengaruh virus ini, sedangkan 95.708 orang dinyatakan sudah sembuh dari infeksi.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) angkat bicara terkait dugaan Presiden Amerika, Donald Trump yang menyebut virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan, China. WHO mengatakan hingga saat ini bukti menunjukkan bahwa virus corona yang muncul sejak akhir 2019 lalu itu berasal dari hewan dan bukan hasil manipulasi atau hasil laboratorium. "Semua bukti yang ada menunjukkan bahwa virus itu berasal dari hewan dan bukan dimanipulasi atau hasil laboratorium atau dari tempat lain. Kemungkinan besar, virus itu berasal dari hewan," kata Juru Bicara, WHO Fadela Chaib, dalam jumpa pers di Jenewa seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (24/4/2020)
"Tetapi 'pasti' ada inang hewan perantara. Kemungkinan besar memiliki reservoir ekologis pada kelelawar, tetapi bagaimana virus menular dari hewan ke manusia masih harus dilihat dan ditemukan jawabannya," kata Chaib. Namun, Chaib menolak menjelaskan lebih rinci mengenai kemungkinan virus tersebut lolos dari laboratorium secara tidak sengaja. Sebelumnya, Institut Virologi Wuhan telah menepis desas-desus bahwa mensintesis virus atau membiarkannya lolos. Sebelumnya, dilansir dari berbagai sumber, virus corona berasal dari hewan seperti unta, musang, dan kelelawar. Bukan hanya tiga hewan itu saja, beberapa waktu lalu sebuah temuan baru menyatakan bahwa virus corona baru yang tengah mewabah bisa berasal dari ular, salah satu hewan liar yang dijual di pasar Wuhan, China.
Hal Ini karena para peneliti menemukan bahwa kode protein dalam virus mirip dengan ular. Ular sering berburu kelelawar di alam liar, yang bisa menjadi alasan ular terinfeksi virus itu. Covid-19 dari Wuhan telah dilacak dan dikatakan berasal dari pasar yang menjual satwa liar secara ilegal. Disebutkan bahwa biasanya virus corona ini tidak menular ke manusia. Tetapi, kadang-kadang virus corona bermutasi dan dapat menular dari hewan ke manusia dan kemudian dari manusia ke manusia, seperti halnya dengan epidemi SARS pada awal 2000-an.

Image from : Ilustrasi (AP PHOTO) news.detik.com
Lalu, bagaimana dengan pengobatannya? Saat ini sendiri belum ada vaksin atau terapi khusus untuk mengobati corona virus ini. Tenaga kesehatan sendiri berupaya untuk mengobati gejala-gejala yang ada. Dilansir dari kompas.com, kepala program penelitian biosekuriti di Kirby Institute, Universitas New South Wales Raina MacIntyre mengatakan bahwa epidemi ini dapat dikendalikan tanpa obat-obatan atau vaksin. Pengendalian dapat dilakukan dengan peningkatan pengawasan, isolasi kasus, pelacakan kontak, dan langkah-langkah pengendalian infeksi.
Gejala virus corona dimulai dengan batuk kering dan diikuti dengan gangguan pernafasan. Batuk ini adalah batuk yang terus menerus selama lebih dari satu jam, atau mengalami batuk rejan selama tiga kali dalam periode 24 jam. Biasanya lima hari secara rata-rata bagi orang untuk menunjukkan gejala, kata para ilmuwan, namun bagi sebagian orang gejalanya lebih lambat terjadi. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengatakan masa inkubasi sampai sekitar 14 hari.
Nah demikian pembahasan tentang Asal Usul Virus Corona yang sampai saat ini belum menemukan titik terang. Selalu jaga Kesehatan dan lakukan Physical & Social Distancing yaa.