Goa Gajah, Situs Candi Kuno Berusia di Atas Ribuan Tahun yang Masih Terjaga Hingga Saat Ini di Blahbatuh
Bali dikenal dengan Pulau Seribu Pura seperti itulah wisatawan kerap menyapa Bali. Perlu diketahui, di sisi lain Bali juga memiliki situs-situs bersejarah . Goa Gajah masuk dalam salah satu situs bersejarah Candi Bali Kuno yang didirikan lebih dari 1000 tahun lalu yang hingga kini masih berfungsi sebagai tempat suci Hindu – Budha. Pura Goa Gajah Ubud memang menjadi salah satu dari deretan pura tertua yang ada di Pulau Bali. Tak hanya itu, Pura Goa Gajah ini juga layak untuk disebut sebagai salah satu pura dengan desain yang paling fenomenal di Pulau Dewata. Terlebih pura ini juga mempunyai nilai sejarah yang tinggi di Bali. Ada hal yang berbeda yang kita lihat dari Candi Goa Gajah dan Candi pada umumnya yang menjulang tinggi, berbeda dengan Candi Goa Gajah yang dibuat ,masuk ke dalam tebing. Situs ini berbentuk Goa Buatan .
Karena keunikan tersebut, UNESCO pun memasukkan Goa Gajah sebagai salah satu daftar tentatif situs warisan dunia yang harus dilindungi. UNESCO mencatat goa ini sebagai warisan dunia dalam daftar tentatif (menunggu kepastian) pada tanggal 19 Oktober 1995 dalam bidang kebudayaan. Kata “Goa Gajah” sendiri berasal dari sebuah kata pada kitab Negarakertagama yakni “Lwa Gajah” yang dapat diartikan ‘sebuah sungai’. Tempat ini sudah berdiri sejak sekitar abad ke 11 Masehi dan dulunya dijadikan tempat bertapa oleh Raja Sri Astasura Ratna Bumi Banten. Goa Gajah pada awalnya ditemukan pada tahun 1923 dari penemuan Arca Ganesha, Patung Tri Lingga dan Patung Hariti yang penelitiannya masih dilanjutkan hingga tahun 1979.

image from : wisatatourdebali.com
Para pengunjung bisa menyusuri pura yang terdiri dari dua area utama. Area pertama terletak di sebelah utara yang merupakan lokasi keberadaan warisan ajaran Siwa. Goa ini terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Jarak nya sekitar 26 Km dari Denpasar atau 40 Km dari Kuta, 5 Km dari Ubud. Lokasi ini mudah dijangkau karena berada di jalur utama Denpasar – Tampaksiring. Goa dipahatkan pada dinding batu padas keras yang menjorok keluar dari dinding kira-kira 5,75 meter. Tampak depan di bagian atas mulut goa dipenuhi dengan pahatan berupa sulur daun-daunan, batu karang, kera, babi, dan raksasa. Mulut goa diperkirakan memiliki tinggi 2 meter dengan lebar 1 meter. Selian itu, di bagian depan pura juga terdapat beberapa arca seperti arca Hariti, arca Ganesha serta archa Raksasa. Adapula sebuah kolam pemandian suci yang ditemukan oleh J.L Krijgman yang kini bisa disaksikan secara langsung keberadaannya oleh para wisatawan. Di dalam kolam pemandian suci itu, terdapat dua arca yakni arca WIdyadara dan Widyadhari. Kita juga akan menjumpai bekas telapak kaki manusia yang oleh masyarakat setempat dipercaya sebagai telapak kaki Kebo Iwa. Dengan bentuk arsitekturnya unik itu, tidak heran kalau Pura Goa Gajah Bali pun menjadi destinasi yang berhasil menarik perhatian banyak wisatawan.

Image from : sewamobilbali1st.com
Pada dinding timur lorong goa terdapat tulisan baris atas berbunyi kumondan baris bawah berbunyi sahy(w)angsa, dilihat dari bentuknya tulisan tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-11. Pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp 30.000,00 per orang. Ada pula tambahan biaya parkir yang dipatok dengan tarif Rp 5.000,00 untuk mobil dan Rp 2.000,00 untuk sepeda motor. Loket kunjungan untuk wisatawan di buka setiap hari, mulai buka dari pukul 08.00 – 17.00.

Image from : mantrahindu.com
Namun secara faktual lokasi wisata ini buka 24 jam. Hal ini dikarenakan selain lokasi wisata, objek ini adalah situs yang hidup. Hidup dalam artian masih berfungsi sebagai tempat suci untuk persembahyangan bagi umat Hindu dan Budha. Sesuai fungsi ini, maka sangat mungkin akan ada kegiatan keagamaan yang memang harus dilakukan pada malam hari. Dengan alasan inilah lokasi ini akhirnya terbuka 24 jam.
Apa Saja Yang Bisa Kita Jumpai di Goa Gajah ?
Goa Gajah tidak hanya Candi berupa Goa yang bisa kita jumpai di situs bersejarah ini. Ada apa saja ya ?
- Pancuran Air Dada 6 Wanita
Sedikit mistis dari pancuran air di dada 6 patung wanita di Goa Gajah. Warga setempat meyakini bahwa area tempat itu sangat dipercaya bisa memberikan vibrasi penyucian aura bagi pengunjung.

Image from : wisatatourdebali.com
- Kolam Pemandian Sakral
Kolam ini dianggap sangat sakral bagi masyarakat Bali, karena sebelumnya area ini pernah tertimbun tanah. Kemudian pada saat J.L Krijgman menjabat sebagai kepala kantor Purbakala di Bali, kawasan ini dilakukan penggalian.