3 Kapal Pesiar Datangi Bali Ketika Corona
Siapa sangka Kapal Pesiar dunia ini menepi di Pelabuhan Benoa Bali. Bukan untuk berwisata ke Pulau Bali melainkan 3 kapal pesiar mewah itu membawa sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai Anak Bawah Kapal (ABK). Nah mari kita bahas Fakta dari 3 Kapal Pesiar yang menjadi viral terkait kedatangannya di Pelabuhan Benoa Bali. Berikut faktanya:
1. Kapal Pesiar Spectrum of the Seas

Image From : Instagram @chims1220
Diakui sebagai salah satu layanan kapal pesiar terbaik di dunia, Royal Caribbean International meluncurkan kapal terbaru mereka ke pasaran, Spectrum of the Seas. Kapal ke-26 ini baru saja diluncurkan pada 11 April 2019 di Bremerhaven, Jerman yang merupakan kapal pertama jenis Quantum Ultra Class yang menghadirkan New Suite Class, ruang makan yang inovatif, yang akan memberikan pengalaman terbaik selama melaut. Rencananya kapal Spectrum of the Seas akan tiba di Singapura pada 17 Mei 2019. Presiden dan CEO Royal Caribbean International, Michael Bayley mengungkapkan, “Kami begitu senang menyambut Spectrum of the Seas dalam keluarga besar Royal Caribbean International. Melalui kapal terbaru ini, kami menggabungkan desain kapal yang revolusioner dengan teknologi terbaru yang akan mendefinisikan kembali pasar kapal pesiar Asia.”
Terkait kedatangannya di Pelabuhan Benoa
Kapal Pesiar Spectrum of the Seas bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali Sabtu, 18 April 2020, sekitar pukul 09.30 WITA. Kapal tersebut mengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebelum bersandar di Bali, kapal pesiar tersebut telah mengkonfirmasi kedatangannya kepada Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali. Ketua Harian Satgas Penanggulangan COVID-19 PRovinsi Bali, Dewa Made Indra, setidaknya begitu mereka tiba di Bali dilakukan pemeriksaan ketat sesuai prosedur kesehatan di tengah wabah COVID-19. Mayoritas pekerja migran itu mayoritas masyarakat Bali. "Di antaranya pengecekan suhu tubuh dan rapid test. Sesuai kesepakatan dengan kabupaten/kota di Bali, mereka yang negatif akan menjalani karantina di daerahnya. Sementara yang positif akan ditangani oleh Pemprov Bali," ujarnya, Sabtu 18 April 2020. Setidaknya kapal pesiar tersebut mengangkut 208 pekerja migran yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Dari jumlah itu, sebanyak 123 orang asli Bali dan sisanya sebanyak 85 orang asal beberapa daerah di luar Bali.
2. Kapal Pesiar Viking Sun

Image From : Instagram @cruiseguru
Kapal pesiar ini memiliki tinggi 28 meter dan terdiri dari 9 lantai. Soal fasilitas, kapal pesiar ini hampir memiliki segalanya. Dari mulai restoran, bar, salon, spa hingga fitness center pun ada. Untuk hiburannya ada juga ruangan teater, bioskop, hingga toko-toko dimana traveler bisa shopping sampai puas. Ada juga kolam renang kalau traveler mau berenang dan bermandi sinar matahari. Ada 3 tipe kamar yang tersedia di kapal pesiar Viking Sun. Kamar tersebut antara lain Veranda Stateroom, Deluxe Veranda Stateroom dan yang paling mewah adalah Penthouse Veranda Stateroom.
Masing-masing kamar dibedakan dari luas kamarnya, hingga aneka fasilitas yang bisa didapatkan
traveler yang menginap di kamar tersebut. Yang jelas setiap kamar tersedia 24 jam room service, dan aneka kemewahan lainnya. Untuk rute, kapal pesiar Viking Sun punya beberapa yang jadi favorit wisatawan. Ada rute berlayar Mjestic Iceland dari Bergen, Norwegia ke Rykjavik, Islandia selama 15 hari. Ada juga rute Into Midnight Sun dari Bergen, Norwegia ke London, Inggris selama 15 hari juga dengan harga mulai dari USD 6.499 (setara Rp 92 jutaan). Kapal pesiar Viking Sun juga punya rute pelayaran ke Asia, di antaranya rute Australia dan Asia. Scenin Shores selama 27 hari hingga Asia dan India Artistry selama 28 hari dengan harga mulai dari USD 10.999 (setara Rp 156 juta).
Terkait kedatangannya di Pelabuhan Benoa
Kapal Viking Sun pada Sabtu (7/3/2020) tetap mendekati Pelabuhan Tanjung Benoa Bali. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar pun menerjunkan tim untuk memeriksa kru dan penumpang kapal pesiar itu. Tim tersebut terdiri dari tim dokter, sanitarian serta tenaga epidemiologi kesehatan yang berjumlah enam orang. Pemeriksaan dilakukan sebelum kapal bersandar di wilayah Bali. Tim KKP akan mendatangi kapal Viking Sun. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek dokumen kesehatan, kondisi penumpang dan kru kapal serta fisik kapal. "Diperiksa hari ini dalam perjalanan (ke Benoa) dan hari ini diperiksa. Jadi sebelum sandar, tim KKP akan ke kapal," kata KKP Kelas I Denpasar Lucky Thahjono. Jika seluruh aspek pengecekan terpenuhi, maka kapal dinyatakan clear. "Kalau memenuhi syarat silakan. Ini terserah Pemda dan Syahbandar," ucap dia.
3. Kapal Pesiar Voyager of the Seas

Image From : beritatrans.com
kapal pesiar ini dilengkapi standar keselamatan dalam pelayarannya. Voyager of the Seas akan menawarkan kombinasi pengalaman yang mendebarkan sehingga membuat liburan keluarga tak terlupakan sehingga wisatawan dapat menikmati petualangan dengan fitur-fitur Royal Caribbean terbaru yang belum pernah ada di Asia. Kapal Voyager of the Seas memiliki berbagi fasilitas seperti olahraga indoor hingga outdoor ada di kapal pesiar ini. Tak cukup di situ, atraksi favorit lainnya yang tidak boleh dilewatkan termasuk simulator selancar flowRider, panjat tebing, dan golf mini, untuk melengkapi bagian buritan kapal yang penuh aksi.
Terkait kedatangannya di Pelabuhan Benoa
Kapal Pesiar MV Voyager of The Sea Sebanyak 232 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal pesiar MV Voyager of The Sea, tiba di Dermaga Timur, Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis (16/4). Pemulangan ratusan PMI itu mendapat pengawalan sangat ketat petugas dari berbagai unsure, yakni meliputi Unsur pengamanan dan penyelamatan (Lanal Denpasar, Polairut Benoa, Denkav 4/SP Dam IX/Udayana, KP3 Laut, Basarnas, KPLP) Unsur fasilitas dan perlengkapan (Disnav kelas II Benoa, KSOP kelas II Benoa, Pelindo III); Unsur pemerintah daerah (Dishub Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Bali, Dishub Kota Denpasar, dan Dinas Pariwisata Kota Denpasar). Unsur kesehatan (Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Dinkes Bali, Dinkes Kota Denpasar, Balai Karantina Hewan dan Pertanian Pelabuhan Benoa, dan Tim kesehatan Gabungan TNI/Polri) dan Unsur pemeriksaan crew penumpang dan barang (Bea Cukai dan Imigrasi).
Nah itu tadi pembahasan tentang 3 Kapal Pesiar yang datang di Bali saat corona. Sekarang sudah pada tahukan bagaimana kemegahan 3 Kapal Pesiar Dunia tersebut dan cerita singkatnya saat datang di Pelabuhan Benoa Bali.