Tenangkan Pikiran & Jiwa dengan Meditasi di Pura Siwa Tabanan
Pura Siwa di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan tidak terbatas untuk umat Hindu saja. Banyak umat lain yang datang untuk bermeditasi dan melakukan pembersihan diri, seperti umat Budha, Islam, dan Kristen.
Baca Juga: Awal Mula Adanya Pelinggih Ida Ratu Niang Sakti di Jembatan Dekat Pasar Wangaya
Dikatakan pemangku Pura Siwa, Jero Mangku Sutarjana, mereka yang datang mengaku menemukan jati diri mereka di Pura Siwa. Bahkan, banyak para Sulinggih, Pedanda, atau Brahmana serta para pejabat yang datang. “Semua ciptaan Tuhan sama, jadi siapapun bisa tangkil di Pura Siwa,” ujarnya.
Dijelaskannya, siapapun yang tangkil ke Pura Siwa, Pujungan, Tabanan, akan 'dikosongkan' oleh Dewa Siwa sehingga tidak ada yang berbeda, alias sama. Tak sedikit juga orang-orang yang memiliki masa lalu kelam datang ke Pura Siwa dan melakukan meditasi serta pembersihan diri.

Untuk lokasi favorit para pamedek melakukan meditasi adalah di dekat Payogan Ida Betara Lingsir yang didampingi patung kambing berwarna hitam di sebelah kanan dan patung macan kumbang di sebelah kiri. Hingga saat ini tidak diketahui siapa sebenarnya beliau. Namun, yang pasti sosok beliau adalah seorang pertapa yang mencapai Moksa (menyatu dengan Tuhan) di Gunung Batukaru. “Ada yang bilang Rsi Markandeya, ada yang bilang Ki Suling, tetapi sampai saat ini tidak diketahui pasti siapa beliau, namun begitulah wujud beliau yang berada di sana,” lanjutnya.

Suasana yang tenang, dan penuh aura religius, bahkan magis, membuat Pura Siwa sangat tepat dijadikan tempat meditasi. Dan, yang lebih menakjubkan adalah ketika cuaca cerah, dari Pura Siwa bisa menyaksikan tujuh Gunung yang ada di Pulau Jawa, diantaranya adalah Gunung Semeru dan Gunung Raung.