Langsung ke konten
Logo Sirah Bali Info

Makna Ngayah lan Ngaturang Ayah

A Aris 1 menit baca 1x dibaca
Makna Ngayah lan Ngaturang Ayah
Bagikan

Ngayah adalah kewajiban sosial masyarakat Bali sebagai penerapan ajaran karma margayang dilaksanakan secara gotong royong dengan hati yang tulus ikhlas baik di banjar maupun di tempat suci. Kata ngayah secara harafiah dapat diartikan melakukan pekerjaan tanpa mendapat upah (kamus Bali-Indonesia,1990). Istilah ini dari segi etimologis diadopsi dari konteks politik dan kultur feodal dari zaman raja-raja Bali, yakni dari akar kata “Ayah” yang terpancar dari budaya PURUSAISME atau Patrilineal/Patrirhat, terutama berkaitan dengan sistem pewarisannya. Maka kemudian menjadi “ayahan” yang secara sangat spesifik ialah mengacu pada :Tanah ayahan desa (sebagai bagian integral tanah adat) dan konskuensinya.

Dalam masyarakat Bali secara principal (sosiosemantik) membedakan ngayah dengan ngoopin (ngaopin), Tradisi Nguopinhampir sama dengan Ngayah. Bedanya nguopin berada dalam skala yang lebih kecil, di lingkungan rumah atau keluarga. Sedangkan ngayah berada dalam skala lebih besar seperti di Pura. Tradisi ngayah diletakkan dalam format hubungan “vertical ke Tuhan”. Atau “vertical-organisatoris adat” serta “vertical-struktur sosial/kasta”. Sedang tradisi ngoopin jelas diletakkan dalam format hubungan horizontal (lebih proletar)

A

Ditulis oleh

Aris

Kontributor Sirah Bali Info yang berbagi kabar dan cerita seputar Bali.