Putu Marmar Herayukti, “Seni Bukan Kompetisi, Seni Itu Bentuk Sarana Komunikasi Yang Indah”
sirahbaliinfo.com - Marmar Herayukti, 37 Tahun, kelahiran Banjar Gemeh Indah, Dauh Puri Kangin, Denpasar adalah sosok yang sangat menginspirasi. Seniman muda asal Denpasar ini merupakan seorang tattoo artist, seniman Ogoh-Ogoh dan juga vokalis dari Ripper Clown.
Dari kecil Bli Marmar sudah menyukai seni gambar dan tidak ada minat untuk olahraga bela diri, walaupun rata-rata keluarganya seorang pesilat. Karir Bli Marmar memang tidak secara instan, melainkan karena dari kecil ia sudah tertarik dengan dunia seni menggambar.

Sejak dibangku SD, Bli Marmar suka banget dengan seni menggambar. Kemudian ia terus mengembangkan potensinya dengan belajar menggambar dengan seorang pelukis. Dari sanalah Bli Marmar mulai menyukai seni Ogoh-Ogoh dan mulai bikin ogoh-ogoh kecil dengan bentuk yang sederhana dan hingga saat ini karyanya sudah banyak dikenal masyarakat Bali.
Tercatat sekitar 40 karya Ogoh-ogoh telah diciptakannya. Dari banyak karya tersebut, tidak sedikit pula yang berakhir sebagai juara di ajang-ajang perlombaan Ogoh-ogoh se-Kota Denpasar. Dan karena prestasi dan dedikasinya ia pernah didaulat menjadi juri dalam perlombaan Ogoh-ogoh di berbagai kota di Bali, kecuali di tempat tinggalnya.

Selain berbakat menggambar dan juga membuat ogoh-ogoh bli marmar ternyata juga mempunyai ketertarikan dalam dunia seni tattoo, seni patung, olahraga ekstrem dan juga dibidang musik. Jika berbicara seni tatto sejak kecil ia sudah mulai menggambar desain tattoo sesuai bakatnya dan pada kelas 3 smp ia mulai mencoba menggambar langsung ke kulit orang yang ingin dia tattoo hingga sampai saat ini menjadi professional tattoo artist.
Pesan Bli Marmar kepada para anak muda Bali untuk banyak-banyak bergaul, terus menambah wawasan seluas mungkin, banyak bertanya dan banyak memperhatikan, serta harus sensitif dalam melihat kejadian yang ada. “Seni bukan kompetisi, tetapi seni itu bentuk sarana komunikasi yang indah yang bikin orang-orang tertarik untuk mendengarkannya”.