Corona Merajalela, Inilah 5 Pekerjaan yang Paling Terdampak Corona di Bali
Tak bisa dipungkiri bahwa imbas dari Pandemi Virus Corona ini begitu Dasyat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat nasional dan internasional. Tidak hanya mengguncangkan dunia Kesehatan, corona juga telah membuat para pencari nafkah harus tertunduk tak berdaya akan kondisi yang dialami saat ini. Baik dari sisi pengusaha ataupun pekerja mengalami dilema besar yang dirasakan hampir seluruh masyarakat diseluruh belahan bumi, tak terkecuali Pulau Bali dan penghuninya.
Lalu apakah ada jaminan dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan khususnya di sektor ketenagakerjaan? Tentu sebagain sudah mendengar tentang kebijakan dikeluarkannya kartu pra-kerja! Lantas bagaimana dengan nasib para pekerja yang dirumahkan? Bahkan tidak sedikit pekerja yang sudah di PHK! Nah untuk mengulik lebih dalam lagi tentang pekerjaan yang paling terdampak karena Pandemi Corona di Bali ini, mari simak kulasan berikut ini :
1. Pekerja di Sektor Pariwisata dan Hospitality

Image From: merdeka.com
Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), ada sekitar 698 hotel yang ditutup akibat corona. Tak cuma hotel, restoran pun mendapat pukulan yang cukup besar hingga tutup satu per satu. PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) mencatat, rata-rata okupansi hotel mulai awal Maret hanya berada di angka 30% karena turunnya wisman, mencakup wilayah Bali pada khususnya. Seolah makin parah, tingkat sewa ruang hotel utamanya di Bali telah masuk ke angka 0% dalam waktu kurang dari sebulan.
2. Pekerja di Sektor Penerbangan / Bandara

Image From : replubika.co.id
Semakin banyaknya negara yang menerapkan kebijakan lockdown, jumlah penerbangan masuk dan keluar pun dikurangi. Pada akhirnya, para maskapai mesti mengurangi jumlah penerbangan mereka. Hal ini berdampak kepada pegawai yang ada dilingkungan bandara, semakin menurunnya pengguna jasa penerbangan otomatis semakin berdampak besar kepada staff yang bekerja disana dengan Sebagian besar dirumahkan untuk sementara waktu ataupun mengalami pemutusan hubungan kerja jika dilihat dari kebijakan pembatasan operasional transportasi khususnya penerbangan.
3. Sektor Ritel

Image From : baligetaway.co.id
Bukan cuma terancam PHK, sebagian pemain di industri ritel nasional ataupun internasional bahkan telah mengambil langkah untuk melakukan itu. Di Bali sudah terlihat tidak beroperasinya beberapa Mall, Supermarket bahkan toko yang menempati ruko untuk berjualan. Ini menandakan bahwa Sektor perdagangan melalui Ritel juga terkena imbas dari dampak Pandemi Corona tersebut, berawal dari pembatasan jam operasional ritel dan toko, kini beberapa ritel juga telah mengikuti himbaun pemerintah untuk memberlakukan kegiatan social distancing yaitu dirumah saja. Hal ini berimbas tentunya dengan pendapatan ritel yang dimana menurunya tingkat daya beli dan kunjungan para konsumen untuk memilih mengikuti himbaun dari pemerintah setempat.
Pekerja Ritel (Sektor ritel terbesar berkembang di Denpasar dan Badung , mengandalkan jumlah kunjungan wisatawan dan tamu domestic yang mengunjungi Bali. Terutama pusat oleh-oleh terpukul dengan sangat telak akibat Pandemi Corona, ritel fashion dan departemen store juga semakin terpukul seiring tidak adanya kunjungan wisatawan apalagi dengan adanya pembatasan jam buka semakin memperparah keadaan akibatnya untuk meminimalisir biaya banyak pusat oleh-oleh dan retail departemen store yang menutup sementara usahanya untuk meminimalis biaya operasional karena penjualan sudah tidak meutupi biaya operasional contohnya saja pusat oleh-oleh Krisna Group sudah menutup 7 outlet usahanya serta merumahkan 1.200 orang.
4. Sektor Transportasi Darat

image form : merdeka.com
Jika melihat Bali sebagai pusat pariwisata tentunya andil dari jasa pengemudi transportasi darat juga sangat berperan penting dan juga turut merasakan dampak besar dari pengaruh beberapa kebijakan yang telah ditetapkan karena pandemi virus corona ini. Salah satunya adalah ditutupnya jalur penyeberangan yang dimana sebagai salah satu akses para pengemudi membawa penumpang baik menggunakan Bus, Travel ataupun Rent Car mobil sebagai sarana penunjang menuju beberapa lokasi destinasi wisata di Bali. Sejak dikeluarkannya kebijakan tentang penutupan seluruh tempat pariwisata di Bali dan Pelabuhan Ketapang gimimanuk, kini nasib dari para pengelola bisnis perjalanan darat baik untuk wisata ataupun transportasi antar pulau menjadi benar-benar terhenti bahkan tidak ada solusi selain menunggu meredanya virus ini dan dibukanya Kembali penyeberangan yang diharapkan dengan segera agar membawa angin segar bagi para pekerja disektor ini.
5. Sektor Event Organizer

Image from : seminyaktimes.com
Imbauan menjaga jarak sosial atau social distancing hingga bekerja dari rumah atau work from home, turut mengikis penghasilan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Ketua Umum Dewan Industri Event Indonesia (Ivendo) Mulkan Kamaludin mengatakan, kondisi tersebut membuat puluhan ribu karyawan terancam merana, akibat ditunda hingga dibatalkannya banyak event yang sebelumnya telah masuk kalender mereka. Khususnya di bali yang sering digunakan sebagai tempat pageleran event baik tingkat nasional bahkan international.
Demikan ulasan dari dampak Corona di Bali terhadap 5 pekerjaan yang terkena imbasnya. Patuhi aturan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus corona ini dan segera menyambung rantai kehidupan menjadi sediakala.