Kisah Terbentuknya Pura Melanting di Buleleng yang Lebih Banyak Pemedeknya Adalah Pedagang

Pura ini terletak berdekatan dengan Pura Pulaki, maupun Pura Kerta Kawat. Secara administratif, Pura Melanting terletak di desa Banyupoh, Kecamatan Grokgak, Buleleng.

Baca Juga : Buda Cemeng Klawu, Pemujaan Terhadap Bhatara Rambut Sedana yang Juga Bertepatan Dengan Odalan di Pura Dalem Ped

Konon, keberadaan pura ini terkait dengan kedatangan Danghyang Nirarta atau Pedanda Sakti Wawu Rauh yang datang ke Bali dari Jawa. Dikisahkan, Danghyang Nirarta datang ke Bali bersama sang istri, Danghyang Biyang Ketut atau Danghyang Biyang Patni Keniten yang berasal dari Belambangan.

 

Dalam perjalanan, ketika memasuki wilayah Banyupoh, sang istri yang tengah hamil tua tak kuasa melanjutkan perjalanan. Oleh karena Danghyang Nirarta masih harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, dengan berbagai pertimbangan akhirnya sang istri ditinggal di sana. Di sana sang istri ditemani oleh beberapa pengiring dan juga putrinya, Dyah Ayu Swabawa. Sebelum pergi, Danghyang Nirarta berjanji akan mengirim utusan ke sana.

 

Di tempat itu, Danghyang Biyang Patni Keniten bersama pengikutnya membangun sebuah pemukiman, membuka sawah dan juga ladang serta memberikan ilmu kepada masyarakat di sekitarnya. Hingga akhirnya Ida melahirkan seorang anak lelaki bernama Bagus Bajra. Nama ini diberikan sesuai dengan permintaan Danghyang Nirarta.

 

Dyah Ayu Swabawa tumbuh menjadi orang yang cerdas terutama dalam ilmu berdagang. Nasihat yang diberikan salah satunya memikat pembeli dengan membantu dalam memilih barang-barang yang mau dibeli. Karena daerah tersebut kemudian ramai dikunjungi oleh saudagar, maka perlahan berubah menjadi pusat perdagangan.

 

Akan tetapi, Dyah Ayu Swabawa selalu menantikan utusan sang ayah datang ke tempatnya. Bahkan ia selalu naik ke pohon dan bergelantungan berharap dari atas pohon bisa melihat kedatangan utusan ayahnya. Oleh masyarakat di sana diberi nama Dyah Ayu Melanting.

 

Tempat tinggal mereka kemudian dikenal dengan Pulaki. Sementara Dyah Ayu Melanting berstana di pura Melanting, serta Pangeran Bajra di Pura Kerta Kawat. Para pemedek yang memiliki profesi sebagai pedagang biasanya akan meminta berkah ke pura ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.