Nilai Filosofi Dalam Kuliner Tum Khas Bali, Tahapan Menuju Kedewasaan

sirahbaliinfo.com – Tum adalah salah satu kuliner khas Bali. Tum biasanya dibuat dari daging babi dan ayam. Rasa tum sangat enak dan gurih. Tapi, tahukah kalian jika Tum ternyata memiliki nilai filosofis loh!

Masyarakat Bali selalu melakukan apapun berkaitan dengan budaya. Oleh karena itu, tidak heran kalau kamu mendapati makna filosofis yang begitu dalam berbagai hal yang dilakukan oleh orang-orang Bali. Kamu juga bisa menjumpai nilai filosofi berharga dalam proses pembuatan kuliner tum khas Bali.

 

Menurut masyarakat Bali, pembungkusan tum harus dilakukan dengan begitu rapi dan rapat. Hal ini bertujuan agar isi yang ada di dalam tum tidak meluber.

Tum Khas Bali
Tum Makanan Khas Bali

Masyarakat Bali memaknai bungkus rapat dari kuliner tum khas Bali tersebut sebagai sarana introspeksi yang harus dilakukan oleh setiap orang. Setiap masalah yang dihadapi, harus disertai dengan instrospeksi.

 

Selanjutnya, proses pembuatan tum khas Bali dilakukan dengan proses pengukusan hingga matang. Masyarakat Bali menganggap bahwa pengukusan makanan sampai matang ini bermakna introspeksi menjadi tahapan untuk mencapai kedewasaan.

 

Dalam kondisi seperti ini, manusia dituntut untuk tidak mencari kesalahan orang lain. Sebagai gantinya, kenali apa yang ada di dalam diri terlebih dahulu dan perbaiki kesalahan yang sudah dilakukan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.