Kontroversi Covid-19 Yang Menimbulkan Teori Konspirasi

Saat ini kontroversi Covid-19 banyak sekali menimbulkan teori konspirasi. Teori konspirasi sendiri sering menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat umum. Bahkan, dalam teori konspirasi ini, Bill Gates disebut-sebut sebagai pencetus adanya Covid-19 ini.

Percaya atau tidak, teori konspirasi mengenai Covid-19 belakangan ini sangat sering diperdebatkan di sosial media, mulai dari pro kontra, kebenarannya, pembatasan pemberitaan teori konspirasi di beberapa media sosial, hingga penuduhan antar negara mengenai beberapa teori konspirasi yang telah bermunculan.

Dalam kondisi seperti ini, kredibilitas dari pemerintah, para profesional, dan organisasi kesehatan yang resmi benar – benar akan diuji dan terkesan diragukan oleh beberapa kalangan masyarakat. Diseluruh dunia, teori konspirasi ini bukanlah teori yang bisa di kesampingkan. Terlepas dari pro dan kontra, nyatanya teori konspirasi ini cukup banyak diminati oleh kaum masyarakat mulai dari ahli konspirasi hingga hanya sebatas penikmat saja, dan teori ini selalu muncul di setiap kejadian yang berpengaruh besar terutamanya terhadap dunia.

Berikut adalah 4 Teori Konspirasi yang sangat viral dan ramai diperbincangkan hingga saat ini di masyarakat dunia :

1. Virus Corona telah direncanakan oleh Bill Gates

Virus Corona telah direncanakan oleh Bill Gates

Bill Gates dalam sebuah konfrensi pers, Image from : thehill.com

Sebelum Covid-19 menjadi pandemi, beredar potongan video Bill Gates saat presentasi di acara Ted Talks tahun 2015 lalu. Dalam potongan video tersebut, pendiri Microsoft itu menyebut bakal ada sebuah virus yang akan menjadi pandemi dan menyusahkan penduduk dunia. Virus itu, disebut Bill Gates, bakal lebih berbahaya dibanding misil dan bisa membunuh puluhan juta orang. Lima tahun berselang, prediksi itu menjadi kenyataan. Kini, seluruh dunia dihadapkan pada pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir. Ternyata, ramalan Gates jadi bumerang untuknya.

Miliarder Bill Gates yang tengah berjuang mencari vaksin virus corona belakangan ini dikaitkan dengan teori konspirasi. Teori-teori tersebut mengungkapkan bahwa Bill Gates adalah dalang di balik virus corona (COVID-19) yang tengah menjadi pandemi. Teori konspirasi tersebut bahkan menyebar di media sosial. Sejumlah teori konspirasi meragukan langkah yang diambil Bill Gates untuk mengembangkan vaksin virus corona.

Bahkan sebuah teori konspirasi mengklaim bahwa Gates ingin menggunakan vaksin tersebut untuk mengurangi populasi dunia dan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Tidak hanya itu, teori konspirasi dari Reddit AMA juga menuding bahwa Gates tengah mengembangkan rencana untuk mengomersilkan bentuk pelacakan populasi massal invasif. Pelacakan populasi tersebut disebut bertujuan untuk pengendalian penyakit.

Sejak pandemi muncul, Gates melalui Bill & Gates Foundation telah berupaya untuk mengembangkan vaksin dan pengobatan virus corona (COVID-19). Ramalan Gates yang meramalkan pandemi jauh sebelum ini sekitar tahun 2015 juga dijadikan dasar bahwa Gates adalah dalang dari pandemi yang terjadi sekarang ini.

 

2. Virus Corona merupakan senjata biologis dari laboratorium di Tiongkok

Virus Corona merupakan senjata biologis dari laboratorium di Tiongkok

Penelitian dalam sebuah laboratorium, Image from : panritanews.com

Banyak yang meyakini bahwa virus corona sebenarnya merupakan senjata biologis dan sengaja dilepaskan dari sebuah laborotarium di Wuhan, Tiongkok. Virus ini diduga dilepaskan untuk mendukung depopulasi atau akan dipakai kelak untuk menyerang negara lain. Namun, hasil penelitian menyebutkan bahwa virus corona ditularkan secara alami dari hewan seperti kelelawar. Tidak ada campur tangan rekayasa laboratorium terhadap virus tersebut. Scripps Research juga menyebut bahwa anatomi virus Covid-19 sangat alami dan tidak terlihat telah direkayasa oleh manusia.

Melansir dari News, laporan tahunan Departemen Luar Negeri AS tahun 2019 menyebut China telah melanggar perjanjian internasional dan terlibat dalam penelitian senjata biologis. Laporan itu memberikan Informasi yang menunjukkan bahwa Republik Rakyat Tiongkok terlibat dalam aktivitas biologis dengan aplikasi berpotensi penggunaan ganda, yang menimbulkan kekhawatiran terkait kepatuhannya dengan Biological Weapons Convention.

Penasihat lembaga think tank internasional RAND dan mantan wakil wakil menteri bidang sains dan teknologi di AS Daniel Gerstein menyatakan senjata bilogis bisa saja dibuat, misalnya mengubah jenis antraks yang tidak berbahaya, non-patogen menjadi bentuk yang sangat ganas dengan mengubah genom, atau menciptakan kembali patogen seperti virus cacar mematikan, yang diberantas di alam liar pada tahun 1980. Atau mereka dapat mengembangkan senjata spesifik yang menargetkan baik individu atau bahkan seluruh ras. Dengan manipulasi yang tepat, patogen dapat dibuat untuk memiliki invasi yang lebih besar atau virulensi dalam populasi target.

3. Teknologi 5G transmisikan virus Corona

Teknologi jaringan 5G juga diklaim bisa menyebarkan virus corona. Jaringan 5G adalah jaringan ponsel yang dibawa oleh gelombang radio, namun teori konspirasi ini menyebut jaringan ini bertanggung jawab atas penyebaran virus corona. Para ilmuwan mengatakan gagasan tentang hubungan antara Covid-19 dan jaringan 5G adalah sampah lengkap dan secara biologis itu tidak mungkin.

Ini menyebabkan beberapa tower 5G di Inggris rusak karena dibakar oleh masyarakat. Diketahui bahwa pihak pembakar tower 5G tersebut sudah termakan teori konspirasi jaringan 5G bisa menyebarkan virus corona atau Covid-19. Tak hanya di Inggris, beberapa menara BTS 5G di Belanda juga dibakar sekelompok orang yang diduga merupakan kelompok yang menentang kehadiran jaringan 5G. Mereka menilai bahwa jaringan 5G dapat membahayakan kesehatan dan privasi penggunanya. Menteri Kantor Kabinet Inggris, Michael Gove begitu kesal dengan orang yang mempercayai informasi tersebut.

4. Teori konspirasi yang muncul dari pemerintah

Teori Gambar bendera beberapa negara

Kumpulan bendera negara di Dunia, Image from : hizb-australia.org

Teori konspirasi yang bermunculan juga memberikan banyak peluang bagi pemerintah di sejumlah negara. Seperti dilansir dari New York Times, mengantisipasi serangan politik dengan memanfaatkan kondisi pandemi virus corona ini, tidak sedikit pemerintah yang memperdagangkan klaim palsu mereka sendiri. Seorang pejabat senior China mendorong klaim virus itu diperkenalkan ke negara ini oleh anggota Angkatan Darat Amerika Serikat. Lebih buruknya, tuduhan itu diizinkan berkembang di media sosial China yang dikontrol ketat. Di Venezuela, Presiden Nicolás Maduro menyarankan virus itu sebagai bioweapon Amerika yang ditujukan untuk China. Sedangkan di Iran, para pejabat menyebut wabah virus corona sebagai rencana untuk menekan pemungutan suara di sana.

Bahkan gerai-gerai yang mendukung pemerintah Rusia, termasuk cabang-cabang di Eropa Barat, telah mempromosikan klaim bahwa Amerika Serikat merekayasa virus untuk merusak ekonomi China. Klaim sesat juga merebak di Italia, sebagai negara dengan angka kasus virus corona tertinggi di Eropa. Matteo Salvini, pemimpin Partai Liga anti-migran Italia, menulis di Twitter bahwa China telah merancang “supervirus paru-paru” dari “kelelawar dan tikus.” Presiden Jair Bolsonaro dari Brasil telah berulang kali mempromosikan pengobatan virus corona yang tidak terbukti, dan menyiratkan virus itu kurang berbahaya daripada yang dikatakan para ahli.

Itulah 4 teori konspirasi yang viral dan sontak di perbincangkan di kalangan masyarakat dunia. Pro dan kontra tentu saja terjadi melihat memang belum ada bukti riil dari beberapa konspirasi tersebut. Namun selama pandemi Corona ini belum bisa diungkapkan kepastian asal dan peredarannya, maka teori – teori konspirasi ini akan selalu bermunculan dan memberikan statement – statement tertentu bagi kalangan masyarakat.

 

Baca juga peduli terhadap lansia bersama Varash

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *