4 Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Infeksi Virus Corona Pada OTG (Orang Tanpa Gejala)

Semenjak merebaknya Virus Corona atau yang lebih kita kenal dengan Covid-19 memiliki gejala seperti flu. Semua orang menjadi lebih memperhatikan kesehatan, karena virus yang satu ini dapat menular melalui droplet atau partikel tetesan dari batuk, bersin atau ketika bicara. Akan tetapi, seseorang bisa terinfeksi atau membawa virus corona tanpa menunjukkan gejala. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto sempat menyebut hampir 80 persen pasien yang positif Covid-19 menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala.

Dokter Mohamad Fahmi Alatas, spesialis paru menjelaskan, dalam dunia medis orang seperti itu disebut sebagai ‘carrier’. Profesor Kedokteran Pencegahan dan Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center Dr. William Schaffner menjelaskan penularan asimtomatik artinya Anda dapat terinfeksi virus, tidak memiliki gejala, dan masih menular.

Mari kita kulas Hal yang perlu kita ketahui diantaranya :

 

1. Usia Muda

Image From : freepik.com

Pada Februari 2020 otoritas kesehatan China merilis publikasi terkait statistik pasien covid-19. Ada lebih dari 44ribu kasus terkonfirmasi dan ‘hanya’ sekitar 1 persen anak-anak berusia 9 tahun ke bawah yang sakit. Tak ada satu pun dari mereka yang meninggal. Sedangkan pada remaja, kasusnya juga terbilang jarang, hanya 1,2 persen. Ini kontras dengan kasus pada orang dewasa. Ada sebanyak 20 persen orang dewasa berusia 80 tahun ke atas yang terinfeksi dan meninggal. Timbul dugaan bahwa mereka yang berusia muda berperan sebagai pembawa virus dan tanpa sadar menularkannya. Karena itu, meskipun masih merasa muda, masih merasa kuat, kita masih bisa jadi sumber penyebaran bagi keluarga kita. Oleh karena itu, patuhi benar imbauan pemerintah untuk lebih banyak di rumah. Patuhi betul untuk semaksimal mungkin tidak keluar rumah.

 

2. Bagaimana pasien asimtomatik tertular ?

Image From : freepik.com

Jika para pasien asimtomatik tidak menunjukkan gejala sakit, seperti batuk dan flu, lalu bagaimana mereka menularkan penyakit? batuk dan bersin ternyata bukan satu-satunya cara tetesan menularkan virus. Misalnya saat orang-orang membersihkan tenggorokan mereka, beberapa orang meludah ketika mereka berbicara, dan lain-lain. Hal itu bisa menjadi media penularan. Ahli virus di Mailman School Columbia Angela Rasmussen memperjelas hal tersebut. “Tetesan tidak harus besar, seperti gumpalan. Manusia melepaskan tetesan pernapasan saat berbicara,” ujarnya. Dia mencontohkan saat seseorang keluar dalam udara dingin, lalu melihat kabut napas, itu adalah tetesan pernapasan. Ini artinya jika Anda berdiri tepat di sebelah seseorang yang terinfeksi dan mereka berbicara kepada Anda, akan ada tetesan di udara yang bisa Anda hirup. Itulah mengapa Pemerintah gencar memberlakukan jaga jarak dan tetap #dirumahaja selama pandemic ini .

 

3. Kehilangan Indera Perasa

Image From : freepik.com

Mereka yang terinfeksi virus corona terutama yang tidak memiliki gejala yang tampak, bisa mengalami kehilangan kemampuan penciuman. Dalam dunia medis, ini disebut anosmia. Menurut jurnal American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, anosmia dan dysgeusia (kehilangan kemampuan perasa) bisa untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi covid-19. Gejala seperti ini pun menuntut pertimbangan untuk dilakukan tes dan isolasi diri. Dinas kesehatan masyarakat Inggris dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO belum menambahkan gejala ini ke dalam daftar. ENT UK, lembaga dokter THT Inggris mengatakan munculnya gejala itu tak mengejutkan, tapi gejala itu tidak spesifik menimpa pasien Covid-19. Peneliti di King’s College mengatakan hilangnya indera penciuman dan perasa bisa jadi merupakan gejala tambahan yang harus diperhatikan, mungkin tidak berdiri sendiri, tetapi apabila terjadi bersama gejala utama seperti batuk-batuk dan demam, kehilangan indera penciuman atau indera perasa bisa jadi tanda bahwa anda terinfeksi virus, menurut peneliti Inggris.

 

4. Tidak menunjukan gelaja selama perawatan

Image From : freepik.com

 Kepala Pusat Pwngendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Korea Selatan Jung Eun-Kyeong mengatakan sekitar 20 persen dari pasien positif virus coona di Korea Selatan tidak menunjukkan gejala sama sekali selama menjalani perawartan di rumah sakit. Dengan temuan seperti ini, maka orang yang bergejala dan tanpa gejala memiliki potensi yang sama besarnya dalam penularan virus corona. Kini, tak ada lagi alasan untuk bersantai dalam menghadapi masa pandemic virus corona ini. Terlebih lagi, kini ada OTG yang bisa menularkan virus corona walaupun ia sendiri tak menunjukkan gejala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *