Ade Rai, Binaragawan Indonesia Berdarah Bali Cetak Prestasi Dengan Segudang Cerita Menginspirasi
sirahbaliinfo.com - Bernama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai, kelahiran Jakarta, 6 Mei 1970 adalah seorang binaragawan Indonesia. Pria berdarah Bali pasangan Bpk. I Gusti Agung Rai Widjaya (Almarhum) dan Ibu Selena Susanti ini pernah meraih beberapa prestasi nasional dan internasional selama berkarier sebagai binaragawan.

Dari beberapa referensi yang didapatkan dulunya papa Bli Ade ini berprofesi sebagai Tentara & Dosen di Universias Atma jaya & Universitas Indonesia sedangkan sang ibunda berprofesi sebagai seorang Guru. Ade Rai adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara dan menikah dengan seorang wanita cantik bernama Kenny Amelia.
Baca Juga : Peduli Terhadap Lansia, VARASH Berbagi 260 Paket Sembako Kepada 13 Banjar di Kelurahan Peguyangan, Denpasar.

Ade Rai tumbuh sebagai seorang anak yang kurus dengan minat yang besar pada berbagai aktivitas olahraga. Pada usia 10 tahun, Ade kecil hanya memiliki berat badan 25 kg. Bahkan hingga mencapai tinggi badannya seperti hari ini (183 cm) di usia remaja, Ade Rai memiliki sosok yang kurus dengan berat badan hanya 55 kg.
Pada awalnya Ade Rai sempat menggeluti cabang olahraga bulu tangkis tetapi ternyata takdir membawanya ke dunia binaraga. Tahun 1994, Ade Rai meraih Juara Nasional-nya yang pertama, di kelas berat. Gelar juara di kelas ini secara konsisten dipertahankan hingga tahun 2007.

Ade Rai merupakan lulusan FISIP UI jurusan Hubungan Internasional pada tahun 1995. Ade Rai meraih prestasi internasional pertamanya yakni Mr. Asia. Tahun 1996, Ade Rai mengikuti kejuaraan dunia drug-free paling bergengsi waktu itu, Musclemania World. Dengan persiapan yang baik, Ade Rai berhasil keluar sebagai juara Musclemania World ini di kelasnya (berat-ringan) dan sebagai juara umum.
Dengan modal kemenangan ini dan gelar juara nasional, Ade Rai dipercaya untuk mengikuti kompetisi multi-event Asia Tenggara (SEA Games) tahun 1997, ia meraih juara pertama dan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Tahun 1998, Ade Rai kembali mewakili Indonesia ke ajang Mr. Asia Pro/Am Classic dan meraih gelar juara di sana. Tahun 2000 adalah tahun terakhir Ade Rai bertanding di ajang binaraga internasional.
Setelah pensiun sebagai atlet, Ade Rai mulai aktif di dunia bisnis dengan membuka waralaba gym, penjualan produk suplemen dan institusi program pelatihan sertifikasi untuk para professional di bidang fitness. Ade Rai juga aktif mengkampanyekan gaya hidup sehat melalui fitness dengan menerbitkan buku dan majalah serta berbagai talkshow di radio dan televisi.
Dengan segudang penghargaan yang ade rai dapatkan, turnamen dan penghargaan manakah yang paling berkesan menurut Ade? Jawabannyapun sangat mengejutkan. Penghargaan itu hanya simbol bagi saya, ketika dapat penghargaan saya nggak merasa nilai diri jadi lebih tinggi. Kalaupun nggak dapat penghargaan, karya saya kan tetap sama. Penghargaan itu hanya konsekuensi dari apa yang kita lakukan, hari ini aja saya sudah nggak punya itu semua ya sudah saya bagi-bagi ke orang hahaha,” ucap Ade sembari tertawa.

“ketika lomba lalu ia dapat juara kan bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya di negara orang, ya itu membanggakan dan menyenangkan. Saya bersyukur akan hal itu,” tutur pria berdarah Bali tersebut.
Nah, berikut beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain:
IFBB Indonesian National Championship, 1st Heavyweight & Overall, Best Bodybuilder (1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2002, 2007)
ABBF/IFBB Mr. Asia (1995 & 1998) & Mr. Asean (1995)
IFBB medali emas SEA Games (1997)
Musclemania World, 1st Light Heavyweight & Overall Winner (1996)
Superbody World Professional, Overall Winner (2000)
Musclemania World Professional, Overall Winner (2000)